Pengen Hasilkan Cuan Dari Hobby Menulis? Simak Perbedaan Copywriting Dan Content Writing

Menghasilkan cuan dari hobi yang digeluti bukan hal yang mustahil. Lantaran, sekarang sudah banyak hobi yang digunakan oleh pemiliknya. Hal ini tentu sangat menyenangkan bukan? Anda mengerjakan pekerjaan yang menjadi aktivitas dikala gabut. Salah satu hobi yang bisa dijadikan uang yaitu menulis.
Baca Juga: Backlink Adalah: Pengertian, Fungsi, Pengaruh Pada SEO Website, dan Cara Membuatnya
Mungkin Anda kira menulis hanyalah hal mudah dan sepele, mana bisa menghasilkan uang? Jangan salah berasumsi. Sekarang ini sudah banyak yang menggunakan jasa tulis untuk mendukung promosi, edukasi, hingga aktivitas lainnya. Dimana, dengan menulis Anda bisa mempengaruhi pembaca untuk mengikuti apa yang Anda tulis.

Namun, sebelum menghasilkan cuan dari kegiatan tulis-menulis, Anda terlebih dahulu harus memahami perbedaan copywriting dan content writing. Terlihat sama bukan? mungkin sekilas memang terlihat sama tanpa ada perbedaan.

Pada kenyataannya, kedua pekerjaan ini memiliki banyak memiliki perbedaan. Keduanya berbeda jika dilihat lebih teliti lagi. Namun, keduanya bisa memasukkan teknik SEO friendly untuk mempercantik tampilan tulisan, dapatkan di Jasa SEO di Bali CV. Exito Bali.

Jika Anda ingin terjun langsung ke pekerjaan tersebut, yuk simak penjelasan berikut ini mengenai perbedaan spesifik antara keduanya. Sebagai berikut:

  1. Tujuan Tulisan Dibuat

Jika dilihat sekilas, hasil tulisan copywriting dan content writing memang terkesan sama. Dimana dipajang di berbagai sosial media atau channel digital lainnya. Namun, jika diamati lebih lanjut isinya akan jauh berbeda.

Dimana, seorang content writer menulis dengan tujuan untuk memberikan informasi, edukasi, pengetahuan, mendidik, menghibur, hingga memberikan instruksi. Umumnya tulisannya di unggah di media digital layaknya blog, website, dan lainnya.

Sedangkan, copywriter berfokus pada melakukan penjualan atas produk dan jasa yang sedang digeluti. Jadi isi tulisannya merujuk pada produk dan jasa yang ingin dipasarkan. Dapat dikatakan, content writer lebih luas kreativitasnya dibandingkan copywriter.

Namun, tidak jarang perusahaan yang memadukan keduanya untuk melakukan pemasaran dengan mengandalkan keyword organik di mesin pencarian. Misalnya saja, informasi yang menarik pembaca akan membantu memecahkan masalah, dan akhirnya melakukan pembelian. Untuk itu, Anda bisa mengandalkan pada Jasa SEO CV. Exito Bali.

  1. Pengaruh Yang Ditimbulkan

Bukan hal yang baru jika tulisan yang dibuat dapat menciptakan pengaruh terhadap pembaca. Baik pengaruh untuk memiliki gaya yang sama atau melakukan tindakan seperti pembelian. Jika dilihat dari segi urgensi, Copywriter lebih tinggi dalam menciptakan urgensi.

Melihat pekerjaan copywriter adalah menarik pembaca untuk melakukan pembelian, jadi pengaruh yang diciptakan harus cepat dan tepat sasaran. Berbeda dengan hasil tulisan content writer yang terkesan lebih luwes dan terkesan tidak memaksa. Sehingga, pembaca memiliki opsi untuk mengikuti nya atau tidak.

Namun, di dunia digital sekarang ini bukan hal mustahil keduanya memiliki kreativitas yang tinggi untuk sama-sama menarik pembaca larut dalam tulisan yang dibuat. Semua dapat diuangkan jika Anda menginginkannya. Nah, untuk mendapatkan hasil tulisan yang menarik, Anda bisa menggunakan jasa SEO di Bali CV. Exito Bali.

  1. Media Unggah Yang Digunakan

Meskipun sama-sama diunggah di channel digital tapi hasil tulisan keduanya memiliki spesifikasi sendiri. Dimana, jika copywriting umumnya diunggah di media sosial layaknya Instagram, Facebook, Whatsapp, dan lainnya sebagai promosi produk dan jasa. Berbeda halnya dengan content writing yang diunggah di blog atau website. Itulah perbedaan copywriting dan content writing.

Teknik yang digunakan keduanya pun terbilang berbeda untuk bisa menghasilkan cuan. Dimana, copywriting menggunakan teknik penulisan persuasif dan menarik dengan tujuan akhir membuat pembaca penasaran dan melakukan pembelian. Sedangkan content writing lebih condong menggunakan teknik SEO friendly.

Content writing disewa untuk mendapatkan traffic sebanyak-banyaknya di mesin pencarian dengan begitu performa website akan lebih mudah dideteksi oleh mesin pencarian. Anda bisa mengatasinya pada artikel yang diunggah di mesin pencarian. Perhatikan kata kunci yang digunakan, biasanya itulah yang menjadi kata kunci populer atau banyak dicari.

Kata kunci menjadi fokus utama yang dioptimalkan untuk menaikkan ranking website di mesin pencarian. Namun, memaksimalkan kata kunci saja tidak cukup, Anda juga perlu mendukungnya dengan judul yang menarik, header kedua yang informatif, dan kualitas tulisan yang bagus. Untuk mendapatkan semuanya, Anda bisa menggunakan Jasa SEO Bali CV. Exito Bali.

  1. Panjang Pendek Tulisan

Tulisan menjadi salah satu bumerang yang bisa mengubah cara pandang seseorang terhadap banyak hal. Melalui tulisan, Anda bisa terpengaruh untuk melakukan satu hal seperti halnya pembelian produk atau jasa.

Jika dilihat dari panjang-pendek tulisan, copywriter menulis naskah lebih pendek jika dibandingkan dengan content writer. Melihat media yang digunakan juga, content writer memiliki kesempatan yang lebih luas untuk menciptakan alur yang lebih panjang asalkan menarik. Sedangkan, copywriter haruslah to the point untuk mendukung iklan, skenario video, lirik lagu jingle, dan lainnya.

Jadi, Anda jangan salah mengambil langkah. Sedikit kesalahan akan membuat pembaca menjadi bingung arah dan tujuan tulisan yang dibuat. Untuk lebih spesifik, Anda bisa menggunakan jasa SEO Agency Bali CV. Exito Bali.

  1. Jangka Waktu Konten

Perbedaan content writer dan copywriter selanjutnya dapat dilihat dari jangka waktu konten atau efek tulisan yang ditimbulkan. Mungkin Anda sempat berpikir, sebenarnya hasil tulisan content writer juga bentuk promosi? Yap itu benar.

Jika dilihat sekilas dengan menggunakan teknik membaca memindai, hasil tulisan content writer terkesan hanyalah tulisan informatif tentang topik yang sedang trending. Namun, tanpa disadari, di dalam tulisan tersebut ada nama perusahaan atau brand produk.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa efek tulisan copywriter terkesan lebih cepat jika dibandingkan dengan efek tulisan yang diciptakan oleh content writer. Lantaran, copywriter langsung menyentuh bagian krusial pembaca. Sedangkan content writer secara perlahan.

Umumnya, konten-konten yang ada di blog atau website terbilang lebih lama jika dibandingkan dengan konten-konten di media sosial. Untuk itu, Anda bisa menggunakan Jasa SEO di Bali CV. Exito Bali, agar lebih optimal dan menarik pembaca.

  1. Skill Yang Dibutuhkan

Meskipun sekedar membuat tulisan untuk ditawarkan kepada pembaca, Anda harus memiliki skill yang mumpuni dan pengalaman untuk menarik pembaca agar bisa larut dalam tulisan yang dibuat. Bukan sekedar membaca dan melupakan isi dari pesan yang ingin disampaikan.

Skill yang dibutuhkan kedua profesi ini terkesan berbeda. Dimana, jika Anda ingin menjadi content writer maka Anda membutuhkan kemampuan menulis informatif, singkat, tidak bertele-tele, dan kreatif. Untuk mendukung tulisan Anda juga harus menguasai tools penunjang teknik SEO sehingga bisa mendatangkan traffic yang tinggi di mesin pencarian. Agar lebih mudah bisa menggunakan Jasa SEO CV. Exito Bali.

Berbeda halnya jika Anda ingin menjadi seorang copywriter, Anda harus memiliki kemampuan menulis persuasif dan kreativitas yang tinggi. Lantaran, tulisan yang dibutuhkan bukan sekedar tulisan panjang melainkan mampu menggerakkan pembaca untuk melakukan tindakan pembelian dalam jangka waktu dekat.

Sekian pembahasan mengenai perbedaan copywriting dan content writing yang harus Anda ketahui untuk bisa memulai karier di bidang penulisan. meskipun terkesan sama, namun keduanya mengandung unsur yang berbeda. Jadi sekarang jangan sampai salah!
Baca Juga: Menulis Blog Menjadi Lebih Mudah! Cek Strategi Menulis Artikel SEO Friendly

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Fast Response?